Keterlambatan penerbitan visa disebut menjadi penyebab rombongan tidak dapat menaiki pesawat sesuai jadwal. Hingga setelah jadwal penerbangan terlewati, para jemaah harus menunggu kepastian mengenai keberangkatan selanjutnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, rombongan berangkat dari Kabupaten Kuningan sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.52 WIB.
Para jemaah selanjutnya dijadwalkan menjalani proses check-in sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, hingga panggilan terakhir atau last call sekitar pukul 21.40 WIB, dokumen visa jemaah disebut belum diterima.
Visa dilaporkan baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB. Pada saat itu, pesawat yang dijadwalkan membawa rombongan menuju Tanah Suci disebut telah lebih dahulu lepas landas.
Keluarga Khawatir, Banyak Jemaah Lansia
Gagalnya keberangkatan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga jemaah, terlebih sebagian peserta perjalanan disebut merupakan lanjut usia (lansia).
Setelah tidak dapat terbang sesuai jadwal, rombongan dilaporkan masih berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sambil menunggu kepastian mengenai penerbangan pengganti.
Sebagian jemaah disebut telah mendapatkan tempat beristirahat di hotel, sementara sebagian lainnya masih berada di kawasan bandara.
Keluarga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan mengingat kondisi fisik para jemaah, khususnya peserta lansia, membutuhkan perhatian selama menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
Keberangkatan Disebut Melalui Travel Al-Zamzami
Informasi yang beredar menyebutkan rombongan 95 jemaah tersebut merupakan peserta perjalanan umrah melalui Travel Al-Zamzami.
Namun, penyebab pasti keterlambatan visa, pihak yang bertanggung jawab dalam pengurusan dokumen, serta kronologi lengkap gagalnya keberangkatan masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak penyelenggara dan pihak terkait.
Hingga informasi ini dihimpun, masyarakat dan keluarga jemaah masih menantikan kepastian mengenai jadwal penerbangan pengganti agar seluruh jemaah dapat segera diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Kuningan. Sejumlah pihak berharap penyelenggara perjalanan memberikan informasi secara terbuka kepada jemaah dan keluarga mengenai kondisi yang terjadi serta langkah penyelesaian yang sedang dilakukan.
Kepastian Keberangkatan Dinantikan
Hal terpenting saat ini adalah memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang layak selama menunggu, termasuk akomodasi, konsumsi, pendampingan, serta kepastian tiket dan jadwal penerbangan selanjutnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan seluruh dokumen perjalanan sebelum keberangkatan jemaah umrah, terutama visa, tiket penerbangan, dan administrasi lain yang menjadi persyaratan perjalanan ke Arab Saudi.
Kuningan Shot masih berupaya memperoleh informasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai perkembangan kondisi 95 jemaah tersebut.

Komentar
Posting Komentar